Showing posts with label Fisiologi. Show all posts
Showing posts with label Fisiologi. Show all posts
Proses pencernaan lemak memakan waktu yang relatif lebih lama dibandingkan dengan proses pencernaan karbohidrat maupun pencernaan protein. Susunan molekul lemak yang panjang serta ikatan yang kuat antar molekul lemak menjadi penyebabnya. Namun, meski relatif lama dicerna, tubuh tetap perlu dan membutuhkan senyawa ini untuk beberapa hal diantaranya:
  1. Sebagai cadangan energi dalam bentuk sel lemak.
  2. Sebagai komponen struktural penyusun membran sel.
  3. Sebagai penopang fungsi senyawa organik.
  4. Sebagai katalisator dalam penyerapan vitamin A, D, E dan K oleh tubuh.
  5. Sebagai penahan goncangan dan pelindung bagi organ vital tubuh.

Read More
Tujuan akhir pencernaan dan absorpsi karbohidrat adalah mengubah karbohidrat menjadi ikatan-ikatan lebih kecil, terutama berupa glukosa dan fruktosa, sehingga dapat diserap oleh pembulu darah melalui dinding usus halus. Pencernaan karbohidrat kompleks dimulai di mulut dan berakhir di usus halus.

Pencernaan karbohidrat dimulai di mulut. Bolus makanan yang diperoleh setelah makanan dikunyah bercampurn dengan ludah yang mengandung enzim amilase (sebelumnya dikenal sebagai ptialin). Amilase menghidrolisis pati atau amilum menjadi  bentuk karbohidrat lebih sederhana, yaitu dekstrin. Bila berada di mulut cukup lama, sebagian diubah menjadi disakarida maltosa. Enzim amilase ludah bekerja paling baik pada ludah yang bersifat netral. Bolus yang ditelan masuk ke dalam lambung.



Read More
Previous PostOlder Posts Home