Showing posts with label Medical. Show all posts
Showing posts with label Medical. Show all posts
Fluor
  • Fluor terdapat pada gigi dan bermanfaat untuk menurunkan insidens karies dentis terutama pada anak. Selain itu fluor juga membantu retensi kalsium pada tulang.
  • Fluoridasi air minum dengan kadar optimum 0,7-1,2 ppm merupakan cara yang paling efisien dan ekonomis untuk menjamin asupan fluor yang cukup.
Seng (Zn)
  • Zn kofaktor lebih dari 100 enzim & penting untuk metabolisme asam nukleat dan sintesis protein.
  • Absorpsi dipercepat oleh ligan berat molekul rendah yg berasal dari pankreas. ±20-30% Zn peroral diabsorpsi pada duodenum & usus halus bagian proksimal.
  • Didistribusikan keseluruh tubuh dan kadar tertinggi didapat pd koroid mata, spermatozoa, rambut, kuku, tulang dan prostat.
  • Ekskresi terutama melalui feses (±2/3)

Read More
KALSIUM
  • Untuk absorpsi diperlukan vitamin D
  • Kebutuhan kalsium meningkat pada masa pertumbuhan, selama laktasi dan pada wanita pascamenopause.
  • Bayi yang mendapat susu buatan memerlukan tambahan kalsium.
sumber kalsium
FOSFOR
  • Terdapat pada semua jaringan tubuh dan di dalam tulang dan gigi dalam jumlah yang hampir sama dengan kalsium.
  • Fosfor penting sebagai buffer cairan tubuh.
  • Perbandingan kandungan kalsium dan fosfor dalam makanan dianjurkan 1 : 1.

Read More
Vitamin K terdiri dari phylloquinone (vitamin K1) dan menaquinone (vitamin K2). Phylloquinone atau vitamin K1 dapat ditemukan pada sayuran-sayuran hijau yang merupakan bentuk utama dari vitamin K1. Menaquinone atau vitamin K2 dapat ditemukan pada makanan hewani & fermentasi serta sistensi dari bakteri di usus.

Fungsi
  • Sebagai koenzim dari karboksilase dependent K yang berguna pada sintesis protein pembekuan darah 
  • Berperan penting dalam metabolisme tulang
Read More
Sumber
Terdapat pada telur, susu, daging, buah-buahan, kacang-kacangan dan sayur-sayuran, misalnya selada dan bayam. Sumber-sumber yang kaya akan vitamin E antara lain minyak tumbuh-tumbuhan, biji-bijian dan telur. Kolustrum manusia dan sapi mengandung vitamin E sepuluh kali lebih tinggi daripada susunya. Minyak kapas, minyak jagung, dan minyak lembaga gandum mengandung vitamin E sekitar 0,01 – 0,05 persen. Vitamin E dapat pula dibuat secara sintetis.  

 
Read More
Vitamin D berguna untuk mencegah dan mengobati rakitis (dicegah ataupun diobati dengan minyak ikan atau dengan sinar matahari yang cukup).

Farmakodinamik
  • Pengatur homeostatik kalsium plasma.
  • Meningkatkan absorpsi kalsium dan fosfat melalui usus halus.
  • Pengaturan kadar kalsium plasma dipengaruhi juga oleh hormon paratiroid (HPT) dan kalsitonin.
Fungsi
  • Regulasi pertumbuhan sel
  • Fungsi sistem neuromuskular dan imunitas
  • Mengurangi inflamasi
  • Banyak gen yang mengatur proliferasi, diferensiasi dan apoptosis diatur oleh vit D
Read More
Vitamin adalah suatu zat senyawa kompleks yang sangat dibutuhkan oleh tubuh kita yang berfungsi untuk mambantu pengaturan atau proses kegiatan tubuh. Tanpa vitamin manusia, hewan dan makhluk hidup lainnya tidak akan dapat melakukan aktivitas hidup dan kekurangan vitamin dapat menyebabkan memperbesar peluang terkena penyakit pada tubuh kita.

Vitamin dibagi menjadi 2 golongan:
• Larut lemak : vit A, D, E dan K
• Larut air : vit B kompleks dan vit C
Read More
Pemeriksaan temperatur tubuh dilakukan dengan menggunakan alat yaitu termometer. Jenis termometer yang
lazim digunakan adalah termometer air raksa, dan termometer digital.

termometer air raksa

termometer digital
Pengukuran temperatur tubuh dapat dilakukan pada mulut (oral), rektal (anus), aksila (lipat ketiak), liang telinga, dan liang vagina. Satuan pengukuran suhu dapat dilakukan dalam berbagai satuan, seperti Celcius, Fahrenheit, ataupun Kelvin. Akan tetapi, satuan yang paling banyak digunakan adalah Celcius, dan Fahrenheit.
Read More
PEMERIKSAAN DENYUT NADI
Pemeriksaan denyut nadi dilakukan pada arteri-arteri besar seperti arteri karotis, arteri radialis atau arteri femoralis pada pasien bayi dan anak-anak kecil. Pada pemeriksaan denyut nadi yang dinilai adalah :
1. Frekuensi
Frekuensi nadi orang dewasa normal adalah 60-100 kali/menit. Denyut nadi yang lambat (di bawah 60  kali/menit) disebut bradikardia sedangkan denyut nadi yang cepat (di atas 100 kali/menit) disebut takikardia.
2. Irama
Dinilai irama nadi apakah reguler atau ireguler. Bila teraba denyut yang ireguler, lakukan konfirmasi dengan cara mendengar suara jantung pasien.
3. Volume
Dinilai apakah isi nadi cukup, kurang atau berlebihan. Bila denyut nadi dirasakan lemah disebut pulsus parvus, sebaliknya bila denyut nadi dirasakan keras seperti mendorong jari tangan pemeriksa disebut pulsus magnus.
Read More
Pemeriksaan tekanan darah dilakukan dengan menggunakan alat yang dinamakan sphygmomanometer atau tensimeter. Tekanan darah dinyatakan dalam tekanan sistolik per diastolik, dan dinyatakan dalam satuan mmHg (milimeter air raksa). Sphygmomanometer yang lazim digunakan adalah sphygmomanometer air raksa dan aneroid. Akan tetapi, jenis yang memiliki ketepatan pengukuran yang baik adalah sphygmomanometer air raksa.

Bagian Sphygmomanometer
  • Manometer, dengan Skala antara 0-300 mmHg.
  • Bladder cuff (lapisan kain atau karet yang dapat diisi tekanan).
  • Pompa karet dan pipa karet.


Read More
Terdapat beberapa jenis tingkat kesadaran mulai dari sadar penuh atau kompos mentis hingga penurunan kesadaran yang dalam (koma). Tingkat-tingkat kesadaran yang lazim diketahui antara lain adalah :
  • Kompos Mentis, yaitu tingkat kesadaran sepenuhnya baik terhadap diri maupun lingkungan sekitarnya. Pasien dapat menjawab dengan baik pertanyaan-pertanyaan pemeriksa yang ditujukan kepadanya.
  • Apatis, yaitu tingkat kesadaran dimana pasien tampak acuh tak acuh terhadap lingkungan di sekitarnya. Respon verbal masih baik.
  • Delirium, yaitu penurunan kesadaran dimana pasien tampak gaduh gelisah, berbicara tidak menentu dan disorientasi terhadap waktu dan tempat.
Read More
Menurut Kemenkes RI (2011), prinsip tatalaksana diare pada balita adalah LINTAS DIARE (Lima Langkah Tuntaskan Diare), yang didukung oleh Ikatan Dokter Anak Indonesia dengan rekomendasi WHO. Rehidrasi bukan satu-satunya cara untuk mengatasi diare tetapi memperbaiki kondisi usus serta mempercepat penyembuhan/menghentikan diare dan mencegah anak kekurangan gizi akibat diare juga menjadi cara untuk mengobati diare. Adapun program LINTAS DIARE yaitu :
1. Rehidrasi menggunakan Oralit osmolalitas rendah
2. Zinc diberikan selama 10 hari berturut-turut
3. Teruskan pemberian ASI dan Makanan
4. Antibiotik Selektif
5. Nasihat kepada orang tua/pengasuh 

Read More
Diare adalah peningkatan pengeluaran tinja dengan konsistensi lebih lunak atau lebih cair dari biasanya, dan terjadi paling sedikit 3 kali dalam 24 jam. Sementara untuk bayi dan anak-anak, diare didefinisikan sebagai pengeluaran tinja >10 g/kg/24 jam, sedangkan rata-rata pengeluaran tinja normal bayi sebesar 5-10 g/kg/ 24 jam (Juffrie, 2010).

Menurut Simadibrata (2006) diare adalah buang air besar (defekasi) dengan tinja berbentuk cair atau setengah cair (setengah padat), kandungan air tinja lebih banyak dari biasanya lebih dari 200 gram atau 200 ml/24 jam.
Read More
Apa itu Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) ?
  • PHBS adalah semua perilaku kesehatan yang dilakukan atas kesadaran sehingga anggota keluarga atau keluarga dapat menolong dirinya sendiri di bidang kesehatan dan berperan aktif dalam kegiatan-kegiatan kesehatan di masyarakat.
  • PHBS itu jumlahnya banyak sekali, bisa ratusan. Misalnya tentang Gizi: makan beraneka ragam makanan, minum Tablet Tambah Darah, mengkonsumsi garam beryodium, memberi bayi dan balita Kapsul Vitamin A. Tentang kesehatan lingkungan seperti membuang sampah pada tempatnya, membersihkan lingkungan.
  • Setiap rumah tangga dianjurkan untuk melaksanakan semua perilaku kesehatan.
Read More
Keloid adalah parut abnormal yang timbul sebagai akibat dari proses penyembuhan luka. Jaringan parut abnormal ini terbentuk terutama akibat dari sintesis dan degradasi kolagen yang tidak seimbang. Komponen pemicu pembentukan keloid lainnya adalah fibronektin dan glikosaminoglikan yang berlebihan.


Terbentuknya parut abnormal akibat proses penyembuhan luka hingga saat ini masih menjadi masalah yang pelik, mengingat tingginya insidensi dan beragamnya variasi respon terhadap terapi pada masing-masing orang. Di negara berkembang setiap tahunnya terdapat 100 juta penderita dengan keluhan parut. Sekitar 55 juta kasus parut terjadi akibat luka pembedahan elektif dan 25 juta kasus parut terjadi pada pembedahan kasus trauma.

Read More
Anemia defisiensi besi (ADB) masih merupakan suatu masalah kesehatan di Indonesia. Hasil survai rumah tangga tahun 1995 ditemukan 40,5% anak balita dan 47,2% anak usia sekolah menderita ADB. Anemia defisiensi besi dapat menyebabkan terjadinya berbagai komplikasi antara lain berupa gangguan fungsi kognitif, penurunan daya tahan tubuh, tumbuh kembang yang terlambat, penurunan aktivitas, dan perubahan tingkah laku. Oleh karena itu masalah ini memerlukan cara penanganan dan pencegahan yang tepat.


Diagnosis ditegakkan berdasarkan adanya gejala pucat menahun tanpa disertai perdarahan maupun organomali. Pemeriksaan darah tepi menunjukkan anemia mikrositer hipokrom, sedangkan jumlah leukosit, trombosit dan hitung jenis normal. Diagnosis dipastikan dengan pemeriksaan kadar besi dalam serum. Pemberian preparat besi secara selama 3-5 bulan ditujukan untuk mengembalikan kadar hemoglobin dan persediaan besi di dalam tubuh ke keadaan normal. Mencari dan mengatasi penyebab merupakan hal yang penting untuk mencegah kekambuhan. Antisipasi harus di lakukan sejak pasien dalam stadium I (stadium deplesi besi) dan stadium II (stadium kekurangan besi). Dianjurkan pula untuk memberikan preparat besi pada individu dengan risiko tinggi untuk terjadinya ADB antara lain untuk individu dari keluarga dengan sosial ekonomi rendah.
Read More
Sel-sel darah terbagi dalam tiga golongan fungsional utama: sel darah merah (eritrosit), sel darah putih (leukosit), dan keping darah (trombosit). Jenis-jenis leukosit dikelompokkan berdasarkan bentuk nukleus, ada tidaknya granula dalam sitoplasma, dan afinitas pulasan terhadap granula. Leukosit yang mempunyai granula adalah: neutrofil, eosinofil, dan basofil. Sedangkan leukosit yang tidak mempunyai granula adalah: monosit dan limfosit

trombosit
Metode standar (baku) pemeriksaan darah ialah membuat sajian apus di atas kaca objek dengan menggunakan teknik pemulasan metode Geimsa atau Wright. Sajian ini digunakan untuk mempelajari semua unsur darah terutama leukosit dan trombosit. Selain itu bentuk normal eritrosit dapat pula dipelajari pada sajian ini. Leukosit lebih mudah ditemukan dan dipelajari pada bagian tepi dan ujung sajian atau bagian lain yang sel-selnya tidak terlalu padat. Sedangkan eritrosit tampak tersebar pada semua bagian. Sediaan yang baik adalah bila eritrositnya tersebar merata, tidak terlalu padat (bertumpuk) dan terdapat leukosit di  antaranya.
Read More
Test rumple leed bermaksud untuk menguji ketahanan kapiler darah dengan cara melakukan pembendungan kepada vena, sehingga darah menekan dinding kapiler. Dinding kapiler yang oleh suatu sebab kurang kuat akan rusak oleh pembendungan itu, sehingga darah dari dalam kapiler itu keluar dari kapiler dan merembes kedalam jaringan sekitarnya sehingga tampak sebagai bercak merah kecil pada permukaan kulit; bercak itu disebut petechiae (petekie) sebagai salah satu manifestasi perdarahan.

petekie dan purpura
Read More
Prinsip dari pemeriksaan masa perdarahan ini adalah untuk menilai fungsi trombosit dan reaksi pembuluh darah terhadap luka.


PEMERIKSAAN MASA PERDARAHAN
Alat:
• Lanset steril yang disposable
• Stop Watch
• Object Glass
• Kertas Saring
• Kapas
Read More
Metabolisme besi terutama ditujukan untuk pembentukan hemoglobin. Sumber utama untuk reutilisasi terutama bersumber dari hemoglobin eritrosit tua yang dihancurkan oleh makrofag sistem retikuloendotelial. Pada kondisi seimbang terdapat 25 ml eritrosit atau setara dengan 25 mg besi yang difagositosis oleh makrofag setiap hari, tetapi sebanyak itu pula eritrosit yang akan dibentuk dalam sumsum tulang atau besi yang dilepaskan oleh makrofag ke dalam sirkulasi darah setiap hari.


Besi dari sumber makanan yang diserap duodenum berkisar 1–2 mg, sebanyak itu pula yang dapat hilang karena deskuamasi kulit, keringat, urin dan tinja. Besi plasma atau besi yang beredar dalam sirkulasi darah terutama terikat oleh transferin sebaga iprotein pengangkut besi. Kadar normal transferinplasma ialah 250 mg/dl, secara laboratorik sering diukur sebagai protein yang menunjukkan kapasitas maksimal mengikat besi. Secara normal 25–45% transferin terikat dengan besi yang diukur sebagai indeks saturasi transferin.Total besi yang terikat transferin ialah 4 mg atau hanya 0,1% dari total besi tubuh.
Read More
Hematokrit
  • Nilai normal dewasa pria 40-54%, wanita 37-47%, wanita hamil 30- 46%
  • Nilai normal anak 31-45%, batita 35-44%, bayi 29-54%, neonatus 40-68%
Hematokrit merupakan persentase konsentrasi eritrosit dalam plasma darah. Secara kasar, hematokrit biasanya sama dengan tiga kali hemoglobin.
  • Ht tinggi (> 55 %) dapat ditemukan pada berbagai kasus yang menyebabkan kenaikan Hb; antara lain penyakit Addison, luka bakar, dehidrasi / diare, diabetes melitus, dan polisitemia. Ambang bahaya adalah Ht >60%.
  • Ht rendah (<30%) dapat ditemukan pada anemia, sirosis hati, gagal jantung, perlemakan hati, hemolisis, pneumonia, dan overhidrasi. Ambang bahaya adalah Ht <15%.

Leukosit (Hitung total)
  • Nilai normal 4500-10000 sel/mm3
  • Neonatus 9000-30000 sel/mm3
  • Bayi sampai balita rata-rata 5700-18000 sel/mm3
  • Anak 10 tahun 4500-13500/mm3
  • Ibu hamil rata-rata 6000-17000 sel/mm3
  • Postpartum 9700-25700 sel/mm3

Read More
Previous PostOlder Posts Home