Showing posts with label Skills Lab. Show all posts
Showing posts with label Skills Lab. Show all posts
Pemeriksaan temperatur tubuh dilakukan dengan menggunakan alat yaitu termometer. Jenis termometer yang
lazim digunakan adalah termometer air raksa, dan termometer digital.

termometer air raksa

termometer digital
Pengukuran temperatur tubuh dapat dilakukan pada mulut (oral), rektal (anus), aksila (lipat ketiak), liang telinga, dan liang vagina. Satuan pengukuran suhu dapat dilakukan dalam berbagai satuan, seperti Celcius, Fahrenheit, ataupun Kelvin. Akan tetapi, satuan yang paling banyak digunakan adalah Celcius, dan Fahrenheit.
Read More
PEMERIKSAAN DENYUT NADI
Pemeriksaan denyut nadi dilakukan pada arteri-arteri besar seperti arteri karotis, arteri radialis atau arteri femoralis pada pasien bayi dan anak-anak kecil. Pada pemeriksaan denyut nadi yang dinilai adalah :
1. Frekuensi
Frekuensi nadi orang dewasa normal adalah 60-100 kali/menit. Denyut nadi yang lambat (di bawah 60  kali/menit) disebut bradikardia sedangkan denyut nadi yang cepat (di atas 100 kali/menit) disebut takikardia.
2. Irama
Dinilai irama nadi apakah reguler atau ireguler. Bila teraba denyut yang ireguler, lakukan konfirmasi dengan cara mendengar suara jantung pasien.
3. Volume
Dinilai apakah isi nadi cukup, kurang atau berlebihan. Bila denyut nadi dirasakan lemah disebut pulsus parvus, sebaliknya bila denyut nadi dirasakan keras seperti mendorong jari tangan pemeriksa disebut pulsus magnus.
Read More
Pemeriksaan tekanan darah dilakukan dengan menggunakan alat yang dinamakan sphygmomanometer atau tensimeter. Tekanan darah dinyatakan dalam tekanan sistolik per diastolik, dan dinyatakan dalam satuan mmHg (milimeter air raksa). Sphygmomanometer yang lazim digunakan adalah sphygmomanometer air raksa dan aneroid. Akan tetapi, jenis yang memiliki ketepatan pengukuran yang baik adalah sphygmomanometer air raksa.

Bagian Sphygmomanometer
  • Manometer, dengan Skala antara 0-300 mmHg.
  • Bladder cuff (lapisan kain atau karet yang dapat diisi tekanan).
  • Pompa karet dan pipa karet.


Read More
Terdapat beberapa jenis tingkat kesadaran mulai dari sadar penuh atau kompos mentis hingga penurunan kesadaran yang dalam (koma). Tingkat-tingkat kesadaran yang lazim diketahui antara lain adalah :
  • Kompos Mentis, yaitu tingkat kesadaran sepenuhnya baik terhadap diri maupun lingkungan sekitarnya. Pasien dapat menjawab dengan baik pertanyaan-pertanyaan pemeriksa yang ditujukan kepadanya.
  • Apatis, yaitu tingkat kesadaran dimana pasien tampak acuh tak acuh terhadap lingkungan di sekitarnya. Respon verbal masih baik.
  • Delirium, yaitu penurunan kesadaran dimana pasien tampak gaduh gelisah, berbicara tidak menentu dan disorientasi terhadap waktu dan tempat.
Read More
Test rumple leed bermaksud untuk menguji ketahanan kapiler darah dengan cara melakukan pembendungan kepada vena, sehingga darah menekan dinding kapiler. Dinding kapiler yang oleh suatu sebab kurang kuat akan rusak oleh pembendungan itu, sehingga darah dari dalam kapiler itu keluar dari kapiler dan merembes kedalam jaringan sekitarnya sehingga tampak sebagai bercak merah kecil pada permukaan kulit; bercak itu disebut petechiae (petekie) sebagai salah satu manifestasi perdarahan.

petekie dan purpura
Read More
Prinsip dari pemeriksaan masa perdarahan ini adalah untuk menilai fungsi trombosit dan reaksi pembuluh darah terhadap luka.


PEMERIKSAAN MASA PERDARAHAN
Alat:
• Lanset steril yang disposable
• Stop Watch
• Object Glass
• Kertas Saring
• Kapas
Read More
Metabolisme besi terutama ditujukan untuk pembentukan hemoglobin. Sumber utama untuk reutilisasi terutama bersumber dari hemoglobin eritrosit tua yang dihancurkan oleh makrofag sistem retikuloendotelial. Pada kondisi seimbang terdapat 25 ml eritrosit atau setara dengan 25 mg besi yang difagositosis oleh makrofag setiap hari, tetapi sebanyak itu pula eritrosit yang akan dibentuk dalam sumsum tulang atau besi yang dilepaskan oleh makrofag ke dalam sirkulasi darah setiap hari.


Besi dari sumber makanan yang diserap duodenum berkisar 1–2 mg, sebanyak itu pula yang dapat hilang karena deskuamasi kulit, keringat, urin dan tinja. Besi plasma atau besi yang beredar dalam sirkulasi darah terutama terikat oleh transferin sebaga iprotein pengangkut besi. Kadar normal transferinplasma ialah 250 mg/dl, secara laboratorik sering diukur sebagai protein yang menunjukkan kapasitas maksimal mengikat besi. Secara normal 25–45% transferin terikat dengan besi yang diukur sebagai indeks saturasi transferin.Total besi yang terikat transferin ialah 4 mg atau hanya 0,1% dari total besi tubuh.
Read More
Hematokrit
  • Nilai normal dewasa pria 40-54%, wanita 37-47%, wanita hamil 30- 46%
  • Nilai normal anak 31-45%, batita 35-44%, bayi 29-54%, neonatus 40-68%
Hematokrit merupakan persentase konsentrasi eritrosit dalam plasma darah. Secara kasar, hematokrit biasanya sama dengan tiga kali hemoglobin.
  • Ht tinggi (> 55 %) dapat ditemukan pada berbagai kasus yang menyebabkan kenaikan Hb; antara lain penyakit Addison, luka bakar, dehidrasi / diare, diabetes melitus, dan polisitemia. Ambang bahaya adalah Ht >60%.
  • Ht rendah (<30%) dapat ditemukan pada anemia, sirosis hati, gagal jantung, perlemakan hati, hemolisis, pneumonia, dan overhidrasi. Ambang bahaya adalah Ht <15%.

Leukosit (Hitung total)
  • Nilai normal 4500-10000 sel/mm3
  • Neonatus 9000-30000 sel/mm3
  • Bayi sampai balita rata-rata 5700-18000 sel/mm3
  • Anak 10 tahun 4500-13500/mm3
  • Ibu hamil rata-rata 6000-17000 sel/mm3
  • Postpartum 9700-25700 sel/mm3

Read More

Penilaian dasar komponen sel darah (Hematologi Rutin / Complete Blood Count) yang dilakukan dengan menentukan jumlah sel darah dan trombosit, persentase dari setiap jenis sel darah putih dan kandungan hemoglobin (Hb). Manfaat pemeriksaan untuk mengevaluasi anemia, leukemia, reaksi inflamasi dan infeksi, karakteristik sel darah perifer, tingkat hidrasi dan dehidrasi, polisitemia, penyakit hemolitik pada bayi baru lahir, dan menentukan perlu atau tidaknya kemoterapi.


Pemeriksaan darah rutin meliputi 6 jenis pemeriksaan; yaitu
1. Hemoglobin / Haemoglobin (Hb)
2. MCV/ MCH / MCHC
3. Hematokrit (Ht)
4. Leukosit: hitung leukosit (leukocyte count) dan hitung jenis (differential count)
5. Hitung trombosit / platelet count
6. Laju endap darah (LED) / erythrocyte sedimentation rate (ESR)
7. Hitung eritrosit

Read More
Pemberian BHD merupakan kompetensi yang harus dikuasaipenuh oleh lulusan dokter (kompetensi 4). Maksud dari kompetensi 4 ini adalah lulusan dokter memiliki pengetahuan teoritis mengenaiketerampilan ini (baik konsep, teori, prinsip maupun indikasi, cara melakukan, komplikasi, dan sebagainya). Selama pendidikan pernah melihat atau pernah didemonstrasikan ketrampilan ini, dan pernah menerapkan keterampilan ini beberapa kali di bawah supervisi serta memiliki pengalaman untuk menggunakan dan menerapkan keterampilan ini dalam konteks praktik dokter secara mandiri. Bantuan Hidup Dasar (BHD ) merupakan tindakan pertolongan pertama yang dilakukan untuk memulihkan kembali seseorang yang mengalami henti napas dan henti jantung. Sesuai dengan rekomendasi American Heart Assosiation (AHA), terdapat perubahan guideline secara signifikan pada tahun tahun 2010. Perubahan ini mecakup perubahan algoritma ABC ( Airway, Breathing, Circulation) menjadi CAB (Compression, Airway, Breathing), serta perubahan kecepatan kompresi. Perubahan ini didasari penelitian yang menunjukkan kenaikan angka survival rates pada algortma yang baru.

Read More
Punksi vena merupakan salah satu keterampilan yang merupakan dasar dalam pengambilan sampel darah. Prosedur punks ivena sebenarnya tidaklah sulit, namun diperlukan latihan yang sering agar tenaga medis (dokter) menjadi terampil untuk melakukannya, terutama bila menghadapi kasus-kasus kegawatdaruratan medis, dimana diperlukan pengambilan sampel darah sesegera mungkin. Unsur-unsur yang perlu diperhatikan dalam prosedur dan punksi vena antara lain persiapan penderita, pemilihan vena, persiapan alat dan bahan, teknik penyuntikan dan pengambilan darah yang akurat, pengetahuan tentang komplikasi yang dapat terjadi.

Read More
Kateter adalah suatu pipa dari karet atau silikon yang di dalamnya mempunyai saluran untuk jalan air. Ada beberapa tipe kateter, tetapi yang paling sering digunakan adalah Folley kateter. Folley kateter ini mempunyai 2 atau 3 saluran air. Saluran yang pertama untuk mengisi balon yang akan mengembang dibagian ujung kateter yang berada di dalam vesica urinaria. Bila memepunyai saluran ketiga, digunakan untuk memasukkan cairan ke dalam vesica urinaria dengan tujuan irigasi

saluran kemih pria

Read More
Previous PostOlder Posts Home